Hukum Keluarga

Sejarah Program Studi

Latar Belakang didirikannya Prodi Hukum Keluarga adalah untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi huku islam yang mampu memberikan bekal kepada calon sarjana mengenai hukum islam sehingga kelak setelah lulus mampu menerapkan dan mengembangkan nya dalam masyarakat luas. Dengan demikian tujuan didirikannya prodi Hukum Keluarga adalah untuk mencetak Ulama dan sarjana Hukum Islam yang memiliki wawasan luas dan tidak ekstrim dalam memahami syariat Islam. Prodi Hukum Keluarga berdiri berdasarkan Keputusan Direktur Jendral Kelembagaan Agama Islam Nomor : DJ.I/374/2010 tentang izin Penyelenggaran Program Studi jenjang Strata Satu (S-1) pada STAILe Pekanbaru.

Visi

“Menjadi Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhiyyah) yang terkemuka dan mampu berperan aktif dalam pembangunan Riau melalui proses pendidikan penelitian, dan pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2020”

Misi

Menyelenggrakan pendidikan Hukum Keluarga (Ahwal Al-Syakhiyyah) yang terkemuka dan mampu berperan aktif dalam pembangunan Riau.

Mengembangkan dan melaksanakan penelitian yang inovatif untuk pembangunan Riau berlandaskan nilai kedaerahan dan moral agama.

Menanamkan, Menumbuhkan, dan mengembangkan pengetahuan masyarakat Riau tentang Hukum Keluarga melalui optimalisasi pengabdian kepada masyarakat.

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan yang ditetapkan oleh Prodi Hukum Keluarga adalah :

Mewujudkan Sarjana Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiiyyah) yang mampu dan terampil dalam menganalisis persoalan persoalan hukum keluarga yang berkembang dimasyarakat serta memiliki sikap proaktif dalam melakukan pebaharuan hukum keluarga.

Mewujudkan Sarjana Hukum Keluarga yang melakukan penelitian secara terintregitasi berdasarkan nilai kedaerah, moral agama dan hukum positif.

Mewujudkan Sarjana Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiiyyah) yang mampu mengembangkan dan menerapkan Hukum Keluarga di tengah masyarakat guna meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Riau.

Profil Lulusan dan Profesi

Standar kelulusan yang di inginkan oleh prodi hukum Keluarga dalam penyelenggaraan pendidikanya adalah setiap lulusanya berkompeten dalam bidang hukum islam sehingga berpeluang menduduki jabatan sebagai Hakim Pengadilan Agama atau profesi lainya seperti pegawai di pengadilan agama (Panitera, Juru Sita), Pegawai di Departemen Agama (Pegawai Pencattan Nikah dan Administrator di KUA, Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf/PPAIW, Pakar Ilmu Hisab dan Falak), Anggota dan staff sekretariat Masjelis Ulama Indonesia, Konsultan dan advokat profesional di Lembaga konsultasi dan bantuan hukum pada pengadilan Agama dan pengadilan Umum serta konsultan biro konsultasi Keluarga Sakinah.

Kurikulum

Kurikulum Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Al Syakhsiyyah) merupakan seperangkat mata kuliah yang di kembangkan oleh program studi untuk memberikan bekal kepada mahasiswa meraih komptensi utamanya sebagai hakim Pengadilan Agama. Selain untuk meraih kompetensi utama ,mata kuliah tersebut juga di tunjukan untuk memberikan bekal kepada mahasiswa yang ingin meraih kompentensi profesi seperti: Pegawai KUA, Mediator, Advokat, Mufti, dan Ahli Falak.

Secara keseluruhan ,mata kuliah yang ditawarkan prodi Hukum keluarga (Ahwal AL Syakhsiyyah) berjumlah 72 mata kuliah yang setara dengan 144 SKS, yang wajib di ambil oelh mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana.